LKC Butuh Dokter Super Spesialis
Ciputat - Sudah saatnya LKC membutuhkan Dokter yang super spesialis untuk menjadi konsulen yang menangani penyakit-penyakit yang diderita pasien di LKC. Hal ini mengingat banyaknya ditemukan penyakit yang unik diderita pasien dan membutuhkan penanganan yang tepat.
Setidaknya itu yang dipesankan dr. H. Sjahrir Moechtar, SpPD kepada lkc.or.id, ketika diminta tanggapannya tentang apa yang perlu dikembangkan di LKC. Dokter ahli penyakit dalam ini sudah beberapa tahun ini menjadi relawan di LKC, setiap Rabu ia datang memeriksa dan memberikan obat untuk para dhuafa member LKC yang dirujuk dokter Poli Umum untuk diberikan tindakan khusus.
Selain butuhnya relawan Dokter Super Spesialis, ia juga menyarankan pemeriksaan pasien sebaiknya dari kanan, sehingga posisi tidur dan tempat tidur pasien harus diposisikan ke arah itu.
"Kalau dari kanan nanti dokter akan lebih mudah memeriksa organ-organ pasien," jelas dokter yang kini aktif di RS Syarief Hidayatullah, UIN Ciputat.
Dokter ahli kelahiran Sumatera Barat tahun 1939 ini mengaku sangat senang menjadi relawan di LKC. Ia ingin sekali dapat berbuat sesuatu bagi sesama, terutama untuk orang-orang yang tak mampu seperti member LKC yang merupakan orang-orang dhuafa yang seharusnya menjadi tanggungjawab negara membantu mereka.
Karena itu pulalah beberapa tahun yang lalu seorang dokter yang bertugas di LKC mengajaknya untuk bergabung menjadi relawan, ia pun menerima tanpa basa basi.
Konsekwensi menjadi relawan adalah menjadikan apa yang dikerjakan dan dipikirkan menjadi sebuah sumbangan yang profesi yang tidak ada imbalan apa-apa selain tercatat sebagai amal ibadah di sisi Allah Yang Maha Kuasa.
Dokter Sjahrir sejauh ini menemukan penyakit yang banyak diderita pasien LKC adalah gondok atau hipertiroid. Peenyakit ini disebabkan oleh produksi yang berlebihan dari hormon tiroid teriodinasi. Jumlah penderita penyakit ini kini terus meningkat. Hipertiroid bahkan termasuk penyakit hormon yang menempati urutan kedua terbesar di Indonesia setelah diabetes.
Ciri-ciri dari pasien yang kena penyakit ini; Pertama: kurus, makan banyak tetapi tidak bisa gemuk. Kedua, mata besar (membelalak = exophthalmus), Ketiga, keluhan lain pada mata (spt nyeri, peka cahaya, kelainan penglihatan dan conjunctivitis). Ketiga, kelenjar gondok membesar (struma nodosa) atau bisa juga tidak. Keempat, detak jantung cepat dan Kelima ujung jari gemetar.
Penyakit hipertiroid ini jauh lebih banyak diderita pasien LKC ketimbang hipertensi. Hal serupa dibandingkan dokter Sjahrir dengan RS terdekat dengan LKC, melainkan hipertensi yang lebih menonjol. "Biasanya dhuafa lebih dekat dengan penyakit hipertensi," pikir dokter yang lahir di zaman sebelum kemerdekaan ini.
Namun demikian apapun penyakit yang banyak diderita pasien LKC, merawat mereka bagi dokter Sjahrir menimbulkan kepuasan tersendiri, hal itu tidak lain karena pasiennya mudah diajak kerjasama dan patuh dengan apa yang disarankan. Sehingga tingkat harapan sembuh semakin tinggi. - LKC/maifil
:: kembali ke atas ::




