Perolehan ZISWAF th 2004-2008 Rp 2.365.273.931 | Perolehan infak sampai dengan bulan Agustus 2010 sebesar Rp.83.335.302

KESEHATAN

2010-03-08 16:26:00

Tuberkolosis

Tuberkolosis, biasa disebut TB, TBC, atau KP, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman TBC (mycobacterium tubercolosis). Kuman TB dapat menginfeksi seluruh organ tubuh seperti otak, tulang dan kelenjar getah bening, namun infeksi paling umum terjadi di paru-paru (TB Paru). Karena sifat penularannya yang mudah, semua orang tanpa terkecuali dapat terkena tertular TB. Kuman dari orang sakit dapat melayang di udara bersama bercak ludah, saat bicara, batuk atau bersin. Akan tetapi, tidak semua orang yang tertular kuman ini akan otomatis sakit TB. Berdasar statistik, dari sekian banyak yang tertular, hanya 10 persen diantaranya yang akan sakit TB.

Pada TB Paru, gejala utama yang ditunjukkan oleh penderita dewasa adalah batuk berdahak lebih dari 3 minggu. Selain itu, gejala tambahan yang biasa mengiringi adalah sering demam, sesak nafas, nyeri dada, berat badan berkurang / kurus, nafsu makan berkurang, dan berkeringat di malam hari. Sedang pada anak-anak, gejala utamanya adalah berat badan tidak naik-naik meski telah diberikan asupan makanan yang baik dan benar.

Bila gejala-gejala tersebut anda temui, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Pada tahap pertama, pemeriksaan akan dilakukan lewat pemeriksaan dahak, sedang pada anak-anak dilakukan mantoux test. Mantoux test adalah sebuah tes untuk mendeteksi adanya infeksi kuman TB dimana tuberkulin (suatu komponen protein kuman TB yang mempunyai sifat antigenik yang kuat) disuntikkan ke dalam lapisan kulit lengan bawah. Pemeriksaan tambahan untuk menegakkan diagnosis ialah melakukan rontgen thorax / dada dan cek darah (LED).

Apabila dinyatakan positif, maka pengobatan segera dilakukan dan sampai tuntas! Untuk kasus pasien yang baru pertama kali sakit TB, lama pengobatan biasanya selama 6 bulan. Namun, untuk kasus berulang (kambuh), lama pengobatan setidaknya membutuhkan waktu hingga 9 bulan.

Selama pengobatan, pasien terkadang mengalami efek samping seperti rasa mual dan muntah, nyeri sendi dan kesemutan, pusing / sakit kepala, gatal-gatal dan kemerahan di kulit, gangguan penglihatan dan pendengaran, serta kulit dan mata menjadi kuning (ikterik). Namun, timbulnya efek samping tidak boleh disikapi dengan menghentikan minum obat.

Di Indonesia, 300 pasien TB meninggal setiap hari. Itu artinya, satu pasien meninggal setiap 5 menit! Bahkan di Asia Tenggara, TB masih menjadi penyebab utama kematian. (Gk)

:: kembali ke atas ::