Seperti Pengembara
Berangkat ke tanah suci untuk menunaikan haji adalah sebuah kesempatan yang luar biasa yang diberikan oleh ALLAH. Bagaimana tidak ? Muslim yang diterima hajinya akan mendapatkan balasan surga di akhirat. "...Bagi Haji yang mabrur tiada balasan lain yang lebih memadai kecuali Surga. "(HR. Malik, Bukhari dan Muslim)
Di samping mendapatkan kesempatan menunaikan kewajiban, jamaah haji mendapatkan peluang limpahan pahala di dua tanah haram.
Shalat di masjid Nabawi dan Masjidil Haram merupakan kenikmatan besar yang ALLAH berikan kepada muslim yang berziarah kepadanya.
Dari Jabir ra. Rasulullah SAW bersabda: "Shalat di masjidku ini lebih baik seribu kali daripada shalat di tempat lain, kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil Haram lebih baik (daripada shalat di tempat lain) sebanyak seratus ribu kali." (HR: Ahmad )
Jamaah haji yang pergi selama kurang lebih 40 hari, mendapatkan kesempatan shalat berkali-kali di dua masjid tersebut. Ini jelas kesempatan yang sangat tidak pantas untuk dilewatkan, apalagi jamaah yang pergi ke sana belum tentu datang lagi.
Haji bisa diibaratkan miniatur kehidupan kita di dunia. Para hujjaj -sebutan bagi orang yg berhaji - adalah pengembara, atau penempuh perjalanan. Mereka hanya singgah sebentar di Mekkah dan Madinah. Jamaah haji yang menempuh perjalanan pada waktunya harus kembali ke tanah air atau meninggal. Saat itu mereka tidak lagi mendapatkan kesempatan shalat di dua masjid itu. Mereka harus memanfaatkan peluang berada di tempat suci agar tidak ada penyesalan karena tidak beramal optimal. Begitupun di dunia, suatu saat nanti kita akan pulang ke akhirat. kesempatan beramal tidak datang lagi setelah kita meninggal dunia.
Simaklah hadits berikut, Dari Ibnu Umar radhiallohu 'anhuma beliau berkata: Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda,Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau pengembara. Ibnu Umar berkata: "Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati" (HR. Bukhari)
:: kembali ke atas ::




