Perolehan ZISWAF th 2004-2008 Rp 2.365.273.931 | Perolehan infak sampai dengan bulan Agustus 2010 sebesar Rp.83.335.302

HIKMAH

2009-03-30 19:36:21

Kelelahan Berdoa

"Pada hari itu Allah menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi mereka, dan mereka tahu bahwa Allah Maha Benar, Maha Menjelaskan."(QS 24:24)

Masih saya ingat dengan jelas saat ia menceritakan keadaannya tiga bulan terakhir ini. Padahal saat itu saya hanya berpikir cukup untuk menanyakan keadaannya saja, tapi Ia jadi berpanjang lebar untuk bercerita lebih banyak tentang kabar kesehatannya, aktivitasnya dan beberapa hal yang memang saya telah dengar sebelumnya. Diluar perkiraan saya dan yang membuat saya terkejut dan lebih banyak beristighfar, ketika Ia mengatakan dengan penuh resah dan terdengar berat di nada suaranya, “Ukh, apakah saya sudah lelah dalam berdo’a?”.

Pertanyaannya menjadi PR untuk diri saya sendiri. Saya jadi menanyakan kembali, apa dan bagaimana kabar do’a-do’a saya akhir-akhir ini. Dan ini sepertinya akan menjadi pekerjaan rumah yang baru untuk kami semua. Diantara kesibukan semua saudara dan sahabat saya yang sekarang sedang menyiapkan segala amunisi, bahkan harus menginfakkan tenaga, pikiran yang sangat besar untuk kemenangan da’wah ini (dan berlaku disegala penjuru) mungkin saja hal ini terjadi, karena gejolak ruh, penatnya pikiran serta ramainya geliat tenaga/fisik begitu dipompa diantara prestasi dan ambisi yang ingin dicapai. Bahkan menjadikan saya ingin mengingatkan kembali, wahai saudaraku, janganlah kita lelah dalam berdo’a ditengah-tengah medan kemenangan yang kita cita-citakan. Jika tidak, sepertinya sia-sialah perjuangan ini.

Kelelahan dalam berdo’a. Saya tidak ingin menjadi kabur dengan peryataaan ini, tetapi menjadi ingin menanyakan dengan detail pada semua, “Apa kabar ruh dan do’amu duhai saudara dan sahabat-sahabatku?”, “Apakah engkau memiliki pernyataan yang sama, atau mungkin pernah terbersit dalam pikirmu?”, “Apakah ditengah kesibukan ini menjadikan kita lelah dalam berdo’a seperti yang disampaikan saudara kita diatas?”. Apakah kita hanya menjadi pelelah-pelelah sejati hingga tenaga, fisik dan fikir ini menjadi sakit, dan ruh pun kosong bahkan hampa. Saya berpikir, sepertinya saya bertanya pada angin dan menggenggam angin itu kembali, jika saat ini saya mendapati jawaban yang sama yaitu “Ya, kami dalam kondisi yang sama, kami lelah dalam berdo’a.”

Bolehlah bila kita berhitung secara matematis/ekonomis yang kental dengan untung dan ruginya (padahal, tak pernah rugi untuk manusia-manusia pencari syahid), jika kita lelah dalam berdo’a, maka jelaslah, tidak hanya harta dan tenaga yang sia-sia, tapi kondisi fisik dan ruh tak terhitung melayangnya, bahkan seakan hanya fatamorgana perjuangan dan strategi yang kita lakukan. Padahal kita telah melakukannya untuk sebuah cita-cita, da’wah akan menjadi raksasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (berkehidupan), padahal ketika men’design’ nya kita seakan berkejar-kejaran dengan waktu yang tak pernah lelah mengejarnya.

Saya menjadi takut membayangkan, walau hanya beberapa dari kita memiliki pernyataan yang sama, karena apakah kita akan menjadi sketsa nyata dari ayat cintaNya, yang menjadi penipu-penipu ulung dalam berdo’a dan menjadi penipu-penipu dalam beribadah kepadaNya (Astagfirullah).

“Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allahlah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya' (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka mengingat Allah kecuali sedikit sekali”. (QS 4:142)

Ataukah kita berada dalam kondisi ragu hingga tidak tahu berbuat apa, sehingga kita menjadi orang-orang yang digambarkan kembali oleh Nya.

“Mereka dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman dan kafir) tidak termasuk kepada golongan ini (orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang kafir).?? dibiarkan sesat oleh Allah, maka kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya”. (QS 4:143)

Dan saya ingin meyakinkan pada diri saya dan semua, ketahuilah, bahwa Allah tidak pernah ingkar janji,

“Kalau Allah menghendaki, niscaya dimusnahkannya kamu semua wahai manusia! Kemudian Dia datangkan (umat) yang lain (sebagai penggantimu). Dan Allah Maha Kuasa berbuat demikian.” (QS 4:133),

Apakah kita tidak ingin menjadi umat terbaik dijaman kita sekarang ini? dan ketahuilah, banyak yang sedang menanti kemenangan da’wah ini, dan yakinilah, Allah telah mengatakan pada hati-hati kita,

“Dan ingatlah akan karunia Allah kepadamu dan perjanjianNya yang telah diikatkan kepadamu, ketika kamu mengatakan, “Kami mendengar dan kami menanti. “Dan bertaqwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati.” (QS 5:7)

Masihkan kita memiliki pernyataan kelelahan dalam berdo’a? Saya dan semua penghuni bumi dan langit ini berharap hingga do’a, harapan dan cita-cita ini melayang sampai kepadaNya, hingga bila tiba hari nanti, lidah, tangan dan kaki ini menjadi saksi atas yang kita lakukan dan “Pada hari itu Allah menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi mereka, dan mereka tahu bahwa Allah Maha Benar, Maha Menjelaskan.” (QS 24:24)


:: kembali ke atas ::