LKC Memfasilitasi 24 Pasien Katarak
Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia, bekerjasama dengan RSCM mengadakan operasi katarak gratis pada Sabtu (13/2) lalu. Kegiatan yang merupakan donasi dari International Islamic Relief Organization - Saudi Arabia ini, tidak dilewatkan oleh Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) dengan memfasilitasi 27 orang calon pasien baik yang merupakan member, ataupun bukan.
Akan tetapi, dari 27 orang calon pasien yang dibawa LKC tersebut, tiga diantaranya gagal mengikuti operasi. Diagnosa akhir tidak menunjukkan bahwa ketiganya menderita katarak. Bapak Sarmana dan Bapak Rosidi, misalnya, ternyata mengidap glaukoma. Satu pasien lainnya, Ibu Suminah, menderita Pteregium, sejenis benjolan berbentuk segitiga dengan puncak segitiga yang mengarah ke kornea.
Dari 24 pasien yang akhirnya sukses menjalani operasi, sebagian besar telah berusia lanjut. Yang termuda diantara mereka, Ade Suryadi (36) yang dihubungi lkc.or.id siang ini, mengaku telah mengidap katarak selama satu tahun. Meski demikian, matanya sudah sulit melihat dengan jelas, "Berbayang-bayang", terangnya. Kini setelah perban bekas operasinya dibuka, Ade Suryadi mengaku pengelihatannya hanya membaik 50 % saja. "Belum terang", imbuhnya kemudian. Oleh karena itu dia mengontrolkan diri ke LKC. Sayang, karena bukan member LKC dan memang belum tergolong dhuafa, beliau harus kontrol ke rumah sakit dengan biaya sendiri. (Gk)
:: kembali ke atas ::



