Kondisi Terkini Fikri
Abdullah Ichsanul fikri (18 bulan), biasa dipanggil Fikri, putra pertama dari pasangan Ngabdu Salam (33) dan Ani Purwaningsih (32) datang ke Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) pada Senin (8/2). Dengan indikasi mengidap atresia bilier, Fikri kemudian dirujuk ke RSCM pada Rabu (10/2). Walau awalnya hanya diniatkan untuk melakukan konsultasi awal, menurut dokter spesialis anak DR. dr. Hanifah Oswari, SpA (k). usai mendapatkan hasil laboratorium selepas Ashar, Fikri disarankan untuk dirawat hari itu juga. Jadilah Fikri opname di ruang ODC (one day care) sejak sore pukul 18.00. Selain didiagnosis hatinya sudah rusak parah (mengalami sirosis) akibat penyakit atresia bilier dimana saluran empedu tidak terbentuk, haemoglobin Fikri juga didapati sangat rendah. Inilah yang menjadi pemicu dokter untuk segera merawat Fikri. Menaggapi saran dokter tersebut, Ngabdu Salam sang Ayah hanya bisa pasrah. "Kami pasrah, dokter yang lebih tahu" ucapnya.
Menurut dr. Hanifah, perlakuan awal yang diberikan pada Fikri masih sebatas pada mengembalikan kondisi fisiknya. Dengan perut yang sangat besar, tim dokter menginjeksikan infus albumin yang diharapkan dapat mengurangi cairan yang memenuhi rongga perut Fikri. Selain itu dengan berat yang hanya 9,5 kg, Fikri menjalani diet untuk menaikkan bobotnya hingga 10 kg. Ditambah transfusi darah yang rencananya diberikan sebanyak 4 kali hingga Sabtu (13/2).
Infus albumin awalnya hanya akan diberikan sebanyak 3 kali @ 50 ml. Namun melihat perkembangan Fikri hingga Sabtu, infus albumin hanya diberikan 2 kali. Pada hari Sabtu, kondisi Fikri cenderung membaik. Meski sempat dipuasakan selama 8 jam akibat tinjanya bercampur darah, Fikri sudah boleh kembali minum (sedikit) pada pukul 18.
Pada Minggu malam kondisi Fikri memburuk. Ia muntah darah akibat ada pembuluh darah yang pecah. Walau sempat dikabarkan harus masuk ICU, Fikri akhirnya tetap dirawat di ruang ODC dengan pemberian injeksi obat seharga @ 300 ribu per 12 jam. Untuk mengetahui persis bagian pembuluh darah mana yang pecah, tim dokter rencananya akan melakukan endoskopi pada esok Kamis (18/2). Akibat muntah darahnya tersebut, lagi-lagi Fikri kembali diharuskan berpuasa. Kali ini, menurut Ayah Fikri, berlangsung selama "dua malam satu setengah hari". "Repot mas, rewel terus. Kuping sampai kami tutup dengan cotton bud karena tidak tega ndenger dia merengek minta minum", lanjut Ngabdu Salam.
Dikonfirmasi LKC mengenai kondisi Fikri siang ini, Ngabdu Salam yang sedang berada di rumah untuk mengumpulkan kelengkapan administrasi guna disampaikan ke Menkes, hanya berharap pemeriksaan besok bisa mendapatkan hasil yang baik. Selain itu walau berat badannya turun ke 8,8 kg, Ayah Fikri merasa hal itu dikarenakan kondisi perutnya yang bertambah kecil. "Saya sih juga berharap ada yang nengokin dari LKC", pungkasnya. Selain menanti hasil endoskopi esok Kamis, tim dokter rencananya juga akan mendapatkan hasil lab dari biakan urine dan darah. Pengambilan sampel untuk pemeriksaan ini sebenarnya telah dilakukan pada Jumat (12/2), namun membutuhkan waktu pemrosesan selama 6 hari. (Gk)




