Muntah Darah, Fikri Direncanakan Masuk ICU
"...Malam ini Fikri muntah darah ada pembuluh darah yang pecah dan harus masuk ruang ICU...". Begitulah pesan singkat yang masuk ke LKC tadi malam sekitar pukul 20.30. Pesan tersebut datang dari Mbak Rumi, teman sekantor ayah Fikri.
Berita ini sangat mengejutkan, karena diwaktu yang sama redaksi LKC sedang menyiapkan informasi terbaru mengenai perkembangan Fikri pada hari Sabtu. Sabtu lalu Fikri terlihat lebih rewel dari biasanya. Bukan karena mencari ibunya yang saat itu sedang dibawa salah satu media elektronik swasta nasional untuk tampil di acara mereka, namun karena ia diwajibkan berpuasa. Karena lapar dan haus, Fikri nyaris tidak bisa tenang seperti hari-hari biasanya.
Menurut dokter jaga saat itu, Fikri sengaja dipuasakan setelah diketahui tinjanya berwarna hitam tercampur darah. Hasil laboratorium juga mengindikasikan hal serupa, "positif tiga", lanjut sang dokter. Untuk mengetahui sumber pendarahan tersebut, tim dokter terlebih dahulu memuasakan Fikri hingga waktu yang belum ditentukan, tambah Ngabdu Salam, ayah Fikri.
Ketika dikonfirmasi LKC, dokter menyatakan bahwa Fikri harus berpuasa hingga tinjanya tidak lagi bercampur darah dan hasil laboratorium menunjukkan pendarahannya telah negatif. Dari sana pula LKC diberitahu bahwa dampak dari rusaknya hati dapat menyebabkan gangguan tekanan pada pembuluh darah di tenggorokan. Bila dipaksa tetap makan, hal ini dikhawatirkan akan memperburuk keadaan. Namun pada Sabtu sore pukul 18, setelah dua kali pengamatan visual pada tinja Fikri yang tidak lagi bercampur darah, serta hasil laboratorium yang sedikit membaik, dokter mengijinkan Fikri diberikan sedikit susu.
Secara umum, kondisi Fikri pada hari Sabtu sebenarnya cenderung membaik. Muntah yang dialaminya pada Jumat, tidak berlanjut. Berat badannya juga kembali ke 9,5 kg setelah dalam dua hari terakhir turun ke 9,2 kg. Infus albumin tidak diberikan lagi, dan ukuran lingkar perutnya juga mengecil 1 cm dibandingkan hari pertama dirawat. Meski suhu tubuhnya masih sedikit diatas normal yaitu 36,7 derajat, namun ini jauh lebih baik dari hari sebelumnya yang mencapai 38,3 derajat celcius. Bahkan transfusi darah keempatnya sore itu direncanakan sebagai transfusi darah terakhir.
Akan tetapi, kondisi Fikri semalam ternyata memburuk. Seperti yang dijelaskan di bagian awal tulisan ini, Fikri direncanakan masuk ICU usai mengalami muntah darah akibat pecahnya pembuluh darah. (Gk)
:: kembali ke atas ::



