Sahur Terusik Letusan, Ribuan Orang Berhamburan
Kaban Jahe - Tim Sigab LKC dr. Deski, Perawat Robi, Perawat Adi Sastro dan driver Iwan berhamburan bersama ribuan pengungsi lain, setelah kenyamanan sahur mereka terusik oleh guncangan kuat yang berasal dari pusat letusan Gunung Sinabung itu.
Khabar itu disampaikan, Pagi ini, Jumat (3/9/2010) oleh Tim Sigab (Aksi Tanggab Bencana) LKC Dompet Dhuafa, Perawat Robi Suryadi melalui SMS (short message service) yang menceritakan suasana sahur di lokasi bencana meletusnya Gunung Sinabung.
Dikatan Robi, kesunyian pagi menjadi hiruk-pikuk karena getaran yang sangat kuat yang berasal dari pusat letusan.
"Suara gemuruh membuat jantung ini bergetar dan bulu kuduk merinding. Sirine meraung-raung, membuat seantero Kaban Jahe panik dan ribuan orang terbangun dari tidurnya," cerita Robi dalam SMS tersebut. Karena kejadian itu, sahur tim Sigab di lapangan menjadi sedikit meriah bercampur gundah.
"Akhirnya kami pun ikut merasakan ketakutan, kepanikan yang selama ini dirasakan saudara-saudara kita di Tanah Karo. Sungguh ramadhan yang luar biasa,mudah-mudahan ini menambah dan menguatkan keimanan kami. Amin!" ungkap Robi lebih jauh.
Kendatipun demikian, lanjut Robi, 3 jam pasca letusan pagi tadi, tidak membuat tim Sigab LKC larut dalam ketakutan. Tepat Pukul 7.30 WIB, Tim langsung bergerak menuju Desa Gung Pinto yang berjarak 6 km dari Puncak Gunung Sinabung.
"Suhu yang terasa sangat dingin yang langsung menusuk ke dalam kulit. Itupun tidak menjadi penghambat kami untuk meberikan pelayanan kesehatan di sini," jelas Robi.
Ada sekitar 50 orang yang pengungsi yang kembali ke desa karena sudah diperbolehkan oleh pemerintah setempat. Sementara sebanyak 10 orang yang sejak awal bencana tidak mengungsi karena bertugas menjaga kampung. Hari ini Tim berencana akan mengunjungi 3 desa untuk memberikan layanan kesehatan. - LKC/Robi/Maifil
:: kembali ke atas ::



