Monday 01 September 2014

Telah di baca 531 kali

Upaya Tanggulangi Seks bebas, LKC Gelar Pelatihan Konselor Remaja

CIPUTAT – Kian maraknya kehidupan seks bebas dikalangan remaja dan anak, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa gelar kegiatan “Training For Trainer (TFT) Konselor Remaja” di Gedung Diklat Departemen Pekerjaan Umum, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Kegiatan yang berlangsung sejak Senin-Rabu,(29-31/10) diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari karyawan LKC Dompet Dhuafa dan mahasiswa yang berasal dari beberapa perguruan tinggi.

Staf Promkes LKC Dompet Dhuafa, Hetty Mukaromah mengatakan selain kehidupan seks bebas, kerap terjadi kejahatan seks terhadap anak-anak yang tidak saja dilakukan oleh orang-orang yang tidak dikenal oleh korbannya. Dalam beberapa kasus yang terjadi, kejahatan seks justru dilakukan oleh orang-orang yang dekat dengan kehidupan anak.

“Data yang ada mengenai kejahatan seks, selama kurun waktu ini semakin meningkat, bahkan dilakukan oleh orang-orang terdekat korban, baik orang tua kandung maupun tiri,saudara, guru dan oleh teman atau kenalan,” paparnya.

Selain itu kehidupan seks bebas dan kejahatan yang terjadi, lanjutnya, belakangan ini adalah hal-hal yang perlu diketahui oleh remaja agar mereka dapat mengantisipasi dan mengatasi masalah tersebut.

Menurutnya ada dua faktor mengapa pendidikan seks penting bagi remaja. Faktor pertama adalah di mana anak-anak tumbuh menjadi remaja, mereka belum paham sebab orang tua masih menganggap bahwa membicarakan mengenai seks adalah hal yang tabu.

“Sehingga dari ketidakpahaman tersebut para remaja merasa tidak bertanggung jawab dengan seks atau kesehatan anatomi reproduksinya,” ujar Hetty, bidan yang sekaligus sebagai penanggung jawab kegiatan saat ditemui oleh Tim Media LKC Dompet Dhuafa.

Faktor kedua, kata Hety melanjutkan, dari ketidak pahaman remaja tentang seks dan kesehatan anatomi reproduksi mereka, di lingkungan sosial masyarakat, banyak yang menawarkan hanya sebatas komoditi, seperti media-media yang menyajikan hal-hal yang bersifat pornografi, antara lain DVD, majalah, internet, bahkan tayangan televisi.

“Dampak dari ketidak pahaman remaja tentang sex education ini, banyak hal-hal negatif terjadi, seperti tingginya hubungan seks di luar nikah, kehamilan yang tidak diinginkan, penularan virus HIV/AIDS dan sebagainya,” ungkapnya.

Hety mengatakan tujuan dari kegiatan TFT Konselor Remaja Karena begitu banyaknya kasus seks bebas dan konten pornografi yang begitu mudah didapat sehingga mendorong LKC untuk mencetak tenaga konselor baru bagi remaja di sekolah-sekolah.

Selama kegiatan TFT berlangsung LKC Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Yayasan Kita dan Buah Hati pimpinan ELi Risman,M.Psi. Turut hadir sebagai pembicara diantaranya Wulansari, Psi membahas tema “Menyiapkan Anak Tangguh Melalui Komunikasi” dan dr. Adi Widodo, SPOG membahas tentang “Kesehatan Reproduksi dan Infeksi Menular Seksual,”. – MJundi

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

vimax » vimax asli » obat kuat herbal » obat pembesar penis » obat pembesar penis » alat pembesar penis » alat bantu sex pria » obat perangsang wanita » obat pelangsing badan » obat pembesar penis » obat pembesar penis » obat pembesar penis » obat pembesar penis » obat peninggi badan » obat pembesar penis » prediksi bola » agen bola terpercaya » agen tangkas » www.lkc.or.id/p/index.html

Powered by Deadline Theme