PADANG – Banjir bandang yang mendera beberapa titik daerah di Kota Padang Selasa (24/7) lalu masih menyisakan duka bagi para korban. Bahkan survei lapangan Dompet Dhuafa Singgalang menemukan bahwa kesehatan masyarakat mulai terganggu. Mulai dari infeksi saluran pernapasan, gatal-gatal dan penyakit yang umumnya diderita oleh masyarakat pasca banjir.
Kondisi tersebut membuat Dompet Dhuafa Singgalang menurunkan tim medis untuk mengadakan Aksi Layanan Sehat (ALS), sebagai program recovery pascabencana di Masjid Al-Habib Perumahan Indah Pratama, Kel. Gurun Laweh Nanggalo Padang, Minggu (5/8).
Lebih dari 70 warga menjadi penerima aksi pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat gratis ini. Warga masyarakat Perumahan Indah Pratama, Dian Martiani, mengatakan bahwa saat ini masyarakat daerahnya memang sangat membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Kami banyak yang kena gatal-gatal dan alergi karena air yang kami konsumsi masih tidak bersih. Sumber air yang dipakai warga masih bercampur lumpur,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) juga menyerang. Sebagian besar warga masih membersihkan rumah yang terkena lumpur yang sekarang sudang mengering. bekas lumpur yang mengering itu menyebabkan banyak debu bertebaran dan secara otomatis terhirup oleh warga tak terkecuali anak-anak.
“Sejak bencana terjadi, belum ada tim kesehatan yang datang untuk melakukan pengobatan gratis, masyarakatpun acuh karena umumnya merasa gangguan kesehatan yang dialami cuma hal yang biasa,” jelas Dian.
Padahal, Mela, Dokter Relawan Dompet Dhuafa Singgalang yang saat itu bertugas mengatakan tidak baiknya jika penyakit-penyakit ringan yang timbul pasca bencana itu dibiarkan begitu saja. “Bisa berakibat fatal atau timbul infeksi yang lebih akut jika tidak diobati,” kata Dokter Mela.
Sementara itu, Head Of Program Dompet Dhuafa Singgalang, Karsini, yang langsung turun memimpin aksi tersebut menerangkan bahwa kegiatan tersebut tak terlepas dari dukungan para donatur Dompet Dhuafa Singgalang. Di antaranya, ada Uda Uni Sumbar yang menyumbangkan donasi berbentuk obat-obatan senilai Rp.475 ribu di hari H acara.
ALS ini masih merupakan program lanjutan dari tim Kebencanaan Dompet Dhuafa Singgalang yang sudah turun langsung berbaur dengan masyarakat sejak malam kejadian banjir. “Kami selalu berusaha turun sampai tahap akhir dalam setiap kebencanaan, pemeriksaan dan pemberian obat gratis dilakukan setelah melihat kondisi kesehatan masyarakat yang terkena imbas pasca bencana,” katanya.
Dilanjutkannya, pada tahap recovery ini, Tim Dompet Dhuafa Singgalang mencatat bahwa tindakan selanjutnya yang perlu adalah memang memperbaiki infrastruktur ataupun memberikan bantuan lebih kepada warga korban bencana yang benar-benar kehilangan rumah, tidak hanya harta benda saja tapi juga tempat berlindung.
“Tentunya kami siap sedia jika ada program kerjasama dari instansi, donatur ataupun pemerintah untuk melakukan aksi lanjutan lagi pasca bencana, mengingat masih ada korban yang kondisinya begitu memprihatinkan,” pungkas Karsini. -Winda/MJ











