Logo
Blog

Kapala LKC Taklukkan Gn. Salak


Telah di baca 231 kali

15 February 2012

CIDAHU - Dipimpin Hermawan Al Muzaini, yang sehari-hari menjadi sekuriti di Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa, sembilan Karyawan Pencinta Alam (Kapala) LKC Dompet Dhuafa merangsek naik ke Gunung Salak, dengan ketinggian 2.211 mdpl, Jumat – Sabtu (10-11/2-12). 

Sebelumnya tim dilepas dengan doa oleh karyawan dan sahabat di LKC Dompet Dhuafa, Jum`at (10/2) pukul 14:00  WIB. Tim Kapala yang terdiri dari Hermawan Al Muzaini (Security), Muhadi (Security) Nurkholis (Juru Masak), Yusuf Doang (Driver), Ghulam Sibyani (CS), Udin Wahyudin (Perawat), Jamaludin (CS), Mamat Ismanto (driver), Abdurahman (relawan)  berangkat mengunakan mobil ambulan LKC menuju Gunung Salak melalui Gunung Bunder.

Tim sampai di kaki Gunung Salak sekitar pukul 18:10 WIB. Setelah selesai registrasi, tim beristirahat sejenak untuk memulihkan kondisi pasca perjalanan dari Ciputat.

Setelah shalat isya,  tim berkumpul melakukan breafing dan berdo`a. Setelah memantapkan diri fisik dan mental tim  pun memulai pendakian melalui Curug Ngumpet.

Seperti diceritakan Hermawan, trek awal pendakian berupa batu-batuan, jalan basah serta becek. Lalu tim melewati dua kawah yang sudah tidak aktif. Selanjutnya tim sampai di Kawah Ratu yang masih aktif dan terus mengeluarkan asap.

“Rasa was – was pun kami rasakan karena di Kawah Ratu, jam menunjukan Pukul 22:10 WIB. Tanpa merasa  lelah dan pantang menyerah kami pun melewati kawah menuju Pertigaan antara Cidahu dan Gunung Salak, akhirnya tim pun  beristirahat dengan mendirikan tenda sebelum lapangan heliped yang ada di kawasan tersebut,” jelasnya Hermawan.

Esok harinya, Tim Kapala melanjutkan perjalanan menuju Gunung Salak, tepat Pukul 08:00 WIB, setelah sarapan tim pun memulai pendakian dengan formasi yang sama pada saat hari pertama.

Awalnya, tim berjalan lurus dan menyusuri lebatnya hutan Gunung  Salak yang sangat monoton. Jalan terlihat becek di sana sini karena hujan kemarin. Di sepanjang jalan tim lalui patok – patok dari kayu yang berwarna hijau sebagai penanda jarak tiap 100m dan dapat digunakan sebagai penunjuk jalan yang akan dilalui.

Memasuki km 2, lanjut Hermawan,  di patok 17, lintas semakin terjal dan curam, karena harus turun-naik bukit yang sangat menguras tenaga. Selepas patok 33, lintasan menjadi makin berbahaya karena berada di pegunungan bukit yang berbatasan langsung dengan jurang di kanan kiri, sangat disarankan oleh penjaga gunung tersebut untuk tidak melalui lintasan mulai patok 33 – 38 di waktu hujan dan malam hari, karena sangat beresiko tinggi.

“Pada pukul 12:30 WIB, alhamdulilah dengan rasa syukur kepada allah akhirnya Tim Kapala LKC Dompet Dhuafa  pun sampai di puncak semu Gunung Salak I dengan ketinggian 2.211 mdpl,” tutur Hermawan gembira.

Di puncak Gunung Salak tim beristirahat dengan rasa bahagia dan bersujud syukur kepada Allah SWT atas perlindungan di saat perjalanan pendakian.
Setelah beristirahat 30 menit tim akhirnya memutuskan untuk turun dari Gunung Salak menuju Cidahu dikarenakan cuaca sangat mendung dan dikhawatirkan hujan di tengah perjalan turun karena jalan yg sangat – sangat kurang bersahabat.

Akhirnya tim sampai di Pos Pertama Gunung Salak melalui pintu Cidahu Pukul 16:15 WIB, setelah beristirahat di kaki Gunung Salak Pintu Cidahu dan  melakukan bersih – bersih badan, tim menunggu jemputan mobil dari LKC dan pulang ke LKC Dompet Dhuafa meninggalkan Cidahu Sukabumi pukul 17:45 WIB. “Sampai jumpa di pendakian berikutnya,” pungkas Hermawan. - Maifil


Related Post

No Comments Yet - be the First!

Leave a Reply

You must be login to post a comment.


Login Please

To start connecting please log in first.