Logo
Blog

Peringati Hari Gizi Nasional LKC Dompet Dhuafa Hadir di Mataram


Telah di baca 345 kali

24 January 2012

MATARAM – Memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh 25 Januari ini, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa hadir di Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan survey tentang prevalensi gizi selama sepekan.

Survey ini langsung dipimpin Direktur LKC Dompet Dhuafa dr. H. Yahmin Setiawan, MARS. Ikut dalam rombongan Fasilitator Gizi Andi Setia Asri dan Manager Pengembangan Program Masitoh AmG.

Sebelum meninjau ke lapangan, Selasa (24/1/2012) rombongan LKC Dompet Dhuafa turut menghadiri Seminar Nasional dalam rangka Hari Gizi Nasional di Gedung Bapelkes Kota Mataram.

Salah satu narasumber dari seminar ini  dr. Asti Praborini,SpA., IBCLC, adalah relawan spesialis anak LKC Dompet Dhuafa yang telah menyumbangkan tenaganya secara cuma-cuma di LKC Dompet Dhuafa lebih dari 150 jam atau lebih dari 1500 anak yang sudah diperiksa di LKC Dompet Dhuafa.

Seminar ini mengangkat tema : “Kendala Medis pada Pemberian ASI Ekslusif.” Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) NTB Mochammad Ismail, seminar ini diadakan karena pencapaian ASI eklusif di NTB belum baik.

“Salah satu target program gizi kemenkes adalah angka capaian ASI Eksklusif yg tinggi, hanya saja di NTB belum tercapai dengan baik, masih di bawah 50 persen,” jelas Mochammad Ismail dalam sambutan pembuka seminar ini.

Ia berharap, dengan seminar ini diharapkan dapat membantu pencapaian ASI Eksklusif di NTB. Dan bagi LKC Dompet Dhuafa, seperti diutarakan dr. Yahmin, karena kondisi ini pulalah LKC Dompet Dhuafa ingin membantu Dinkes dengan rencana pembentukan Pos Gizi di Kawasan NTB.

“Kita akan bentuk 6 Pos Gizi sebagai pilot project di Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang akan dilaksanakan bulan Februari s.d Maret 2012,” ujar dr. Yahmin.

Alasan memilih KLU sebagai percontohan intervensi terhadap masalah gizi di NTB, kata Yahmin, karena KLU merupakan kabupaten pemekaran terbaru dengan angka kemiskinan dan masalah gizi tertinggi se NTB. Ditambah lagi, data umum menunjukan gizi kurang untuk kawasan ini juga tinggi.

“Untuk itu dalam mengatasi persoalan gizi di KLU, LKC Dompet Dhuafa akan mengintervensi dengan metode Positive Deviance (PD). Yakni menyelesaikan masalah gizi dengan penguatan resource lokal,” ujar Yahmin.

Sementara itu, di seminar dr Asti Praborini menyampaikan materi tentang kerugian menggunakan susu formula bagi bayi dan manfaat ASI Eksklusif.

Dikatakan dr. Asti, kerugian susu formula antara lain komposisi tidak sesuai dengan kebutuhan bayi, tidak praktis, tidak ekonomis, menambah polusi dan mudah terkontamasi, serta dapat dipalsukan.

Disisi lain, lanjut dr Asti, pemberian ASI kerap terkendala Tongue Tie (lidah pendek). Jadi jika ditemukan anak tidak dapat menyusu ada baiknya dilihat dulu lidahnya.

Sembari menyetelkan video bayi Jihad di LKC yang menderita Tongue Tie sehigga ia tidak bisa menyusu ASI dan menderita gizi buruk, dr. Asti lebih menjelaskan tentang ASI eksklusif.

“Setelah dioperasi lidahnya ia bisa menyusu dengan baik yang tadinya berat badan bayi 2500 gram dalam 4 minggu sudah naik menjadi 4000 gram. Sebelumnya didonor ASI akhirnya bisa menyusu pada ibu sendiri,” jelas dr. Rini.

Ikut memberikan materi dalam seminar itu Khaerul Anwar, ketua Forum Peduli ASI NTB yang menyampaikan tentang Refleksi Kondisi Gizi di NTB. Seminar dihadiri 100 peserta dari ahli gizi se NTB dan petugas kesehatan (bidan dan perawat). – Maifil


Related Post

No Comments Yet - be the First!

Leave a Reply

You must be login to post a comment.


Login Please

To start connecting please log in first.